Mengunjungi Hua Qiao Xin Cun, 'Kampung Indonesia' di Xiamen, Tiongkok
Disambut Lagu Cucak Rowo serta Madu dan Racun
Selasa, 02 Oktober 2012 – 00:02 WIB

RINDU TERPENDAM: Warga kampung Hua Qiao bercengkarama di depan warung. Foto : Rukin Firda/Jawa Pos
Yang paling menyulitkan adalah mereka sudah tidak lagi memegang paspor Indonesia. Begitu datang, pemerintah langsung meminta paspor mereka. "Kalau tidak mau memberikan paspor, kami tidak diberi makan," tutur Mei Tung.
Tidak sedikit yang kabur meski tidak memegang paspor. Risikonya tertangkap atau tewas di tengah perjalanan. Ada beberapa memang yang berhasil kembali ke Indonesia dengan cara seperti itu. "Ada tiga teman saya yang berhasil kembali ke Indonesia lewat Makau," tambah Mei Tung.
Situasi berubah. Mulai awal 1990-an, perlakuan kepada para Hua Qiao itu semakin baik. Meski tetap harus mengelola lahan milik pemerintah, bayaran yang mereka terima terus meningkat.
Hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meski tidak sampai berlebihan. Pemerintah Tiongkok juga menyiapkan apartemen bersubsidi bagi mereka.
Para bekas perantau Tiongkok ke Indonesia di Kampung Hua Qiao Xin Cun, Xiamen, mengobati kekangenan mereka pada Indonesia lewat lagu, makanan, atau
BERITA TERKAIT
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Kaya Susah
- Perang Listrik
- Banyak Pebulu Tangkis Indonesia Tumbang di 16 Besar All England, Tiongkok Masih Mendominasi