Mengunjungi Makkah dengan Wajah Baru (2-habis)
Untuk Haji, di Arafah Ada Tiga Stasiun Monorail
Senin, 01 November 2010 – 07:10 WIB

Monorail meluncur dari Arafah menuju Mina. Setiap hari Monorail ini diujicoba dan mulai dioperasikan musim haji tahun ini. Foto: ANAS SADARUWAN/JAWA POS
Karena hotel ini diklaim sebagai hotel berbintang tujuh, tentu tarifnya lebih mahal. "Yang penting jamaah yang mempunyai keinginan. Kita kan hanya melaksanakan pesanan," tambah Amiruddin, mukimin asal Madura ini, lantas tertawa.
Sementara itu, rencana jamaah haji diangkut dengan monorail dari Arafah ke Muzdalifah kemudian ke Mina, tampaknya, tahun ini bisa dibuktikan. Saya meluncur ke Arafah untuk melihat dari dekat proyek yang memakan biaya SR 6,5 miliar itu. Di Arafah terdapat tiga stasiun. Setiap stasiun besarnya hampir sama dengan Stasiun Gambir, tapi lobinya lebih luas. Stasiunnya berada di atas. Tentu, nanti dilengkapi tangga dan eskalator.
Saat saya ke sana, suasana di bawah stasiun masih hiruk pikuk. Banyak alat bangunan yang masih bertengger. Begitu juga di stasiun lain. Masih tampak gundukan tanah dan pasir serta alat-alat kerja. Para pekerjanya yang berasal dari Tiongkok, Mesir, Bangladesh, dan Pakistan berseliweran untuk menyelesaikan berbagai sarana seperti tangga dan lain lain.
Saya lantas naik ke stasiun. Saya sempat ragu apakah saya bisa naik, karena stasiun ini belum rampung secara keseluruhan. Namun, ternyata tidak ada yang menegur. Di atas banyak pekerja dari Tiongkok membenahi kabel-kabel lampu, mengecat, dan pekerjaan finishing lainnya.
Musim haji tahun ini, monorail yang menghubungkan Arafah ke Mina, sudah dioperasikan. Tapi, tak semua jamaah bisa terangkut. Mengapa? Berikut lanjutan
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara