Mengunjungi Xiao Yi Shen Tang, Kelenteng Terapung di Dunia (2)
Kamis, 30 Januari 2014 – 13:28 WIB

Busra menghentikan perahu kecilnya karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Tampak Kelenteng Dharma Bakti di kejauhan. Sendiri di tengah laut. Foto: DOAN WIDHIANDONO/JAWA POS/JPNN.com
Lalu, ada pula Kuil Persatuan Penganut Dewa Hean Boo di Pulau Penang, Malaysia, yang juga dibangun di laut. Kelenteng tersebut dibangun mepet pantai dan kawasan permukiman dengan anjungan depannya menghadap ke laut. Mengunjunginya bisa memakai perahu atau lewat darat.
Kelenteng Dharma Bakti di Kubu Raya bisa disebut satu-satunya yang dibangun di lautan lepas, jauh dari daratan, tanpa satu pun bangunan di sekelilingnya. Di seluruh penjuru Kelenteng Dharma Bakti hanya tampak lautan dengan siluet daratan di cakrawala.
Sarwa Dharma menuturkan, Kelenteng Dharma Bakti dibangun pada 1969 oleh umat yang tinggal di sekitar Sungai Kakap. Ketika itu, Sarwa sudah berumur 20-an. Cukup dewasa untuk mengingat pembangunan pek kong.
"Ini kelenteng baru. Yang lebih lama dibangun di situ. Sudah rusak," katanya sembari menunjuk sisi kiri kelenteng. Di tempat tersebut sekarang sudah tidak ada bekas kelenteng itu. Hanya ada anjungan kecil untuk memerangkap ikan. Katanya, dengan perahu, umat bergiliran mengirimkan kayu ulin dan bahan-bahan lain untuk kelenteng tersebut.
Yang menyambut kami di kelenteng istimewa itu adalah Daman, 72, dan Sarwa Dharma, 73. Dua pria sepuh itu asli orang Kalbar yang lama merantau ke
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara