Menikah Pertama Usia 15 Tahun, Anak Capai 100 Orang
Kamis, 11 Juli 2013 – 06:55 WIB

Wartawan Cepos Immanuel Itlay (baju orange) bersama Kepala Suku (Sonowi) Intan Jaya, Oktovianus Sondegau (yang memakai koteka) bersama istri dan anak-anaknya. Foto:Cenderawasih Pos/JPNN
Meski telah memiliki istri banyak, Oktovianus masih ingin menikah lagi. Sebenarnya apa alasan yang mendasari dirinya, yang sudah lanjut usia itu, ingin menikah lagi" Oktovianus mengatakan bahwa tindakannya itu dilakukan berdasar firman Tuhan yang termuat pada Alkitab, yaitu terdapat dalam Kejadian Pasal 1 : 28: Beranak-cuculah dan bertambah banyak, penuhilah bumi dan taklukkanlah itu. Pasal ini yang menjadi dasar Oktovianus menikahi banyak perempuan dan terus dikaruniai anak.
Okto berkeyakinan, hasil perkawinan itu dapat mengisi wilayah Intan Jaya dan membangun di kabupaten pemekaran Paniai tersebut. "Saya kawin banyak supaya anak-anak saya bisa menempati dan menguasai wilayah ini," ujarnya.
Soal keyakinan, Oktovianus menyerahkan kebebasan penuh kepada para istri dan anak-anaknya. Oktovianus sendiri menganut agama Kristen Protestan (Kingmi). Namun, dia tak memaksa para istrinya untuk ikut agama yang dianutnya itu. "Mau masuk agama Katolik atau Kristen Protestan itu hak mereka. Dan saya tidak bisa paksa mereka untuk mengikuti saya," tutur Oktovianus.
Hanya, ketika pesta-pesta keagamaan seperti Natal atau Paskah, mereka akan melakukan ibadah secara bersama-sama. Bila gereja Katolik yang melakukan perayaan, semua istri Okto, baik yang beragama Katolik maupun Protestan, akan sama-sama mendatangi gereja untuk misa. Begitu pula halnya jika gereja Kingmi yang melakukan perayaan, semua istrinya datang dan beribadah. "Tetapi, hari Minggu mereka beribadah di gereja masing-masing," jelasnya.
Oktovianus Sondegau merupakan kepala suku yang cukup disegani di wilayah pegunungan tengah, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Selain kekayaannya yang
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara