Menkeu: Sanksi Mobil Murah Pakai BBM Subsidi Tak Efektif

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Chatib Basri menilai rencana pemberian sanksi bagi pengguna mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green/LCGC), yang digaungkan Kementerian Perindustrian tidak efektif mengurangi atau menghentikan konsumsi BBM subsidi.
"Pemberian punishment (sanksi)gak akan jalan. Apalagi cuma imbauan. Siapa yang mau ngontrol di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)?," terang Chatib dalam diskusi 'Menyongsong Peta Baru Kebijakan Ekonomi Indonesia' di Jakarta, Senin (7/4).
Kebijakan yang bisa diambil, kata dia, adalah membuat aturan tentang desain tangki BBM untuk selang (nosel) yang nantinya hanya cocok untuk BBM non subsidi atau Pertamax.
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mengetahui besaran harga penggantian nosel. "Kami akan tanya kepada Pertamina, karena fokusnya adalah di BBM subsidi. Kalau soal revenue (penerimaan negara) bisa didapatkan dari kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Itu bisa di peroleh dari income tax perusahaan," pungkasnya. (chi/jpnn)
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Chatib Basri menilai rencana pemberian sanksi bagi pengguna mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green/LCGC),
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- SIG Raih Penghargaan 2 Green Leadership, 3 PROPER Emas dan 5 PROPER Hijau dari KLH
- Ultrachem Gelar Seminar Internasional Bahas Teknologi Terintegrasi Perbaikan Struktur
- Kenaikan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan di Kota Bandung, Wawalkot: Wajar
- Dorong Petani Pakai Pupuk Berimbang, Legislator NasDem: Biar Hasil Panen Berlimpah
- Bank Emas Pertama di Indonesia Diresmikan Prabowo, Bakal Tambah PDB Rp 245 T
- Dari Mustahik Jadi Muzaki! 59 Peternak Binaan BAZNAS Naik Kelas