Menkominfo Telusuri Peretas Situs Dewan Pers dan Kejagung

"Ketika garuda kembali terluka karena provokasi makhluk durjana. Ketika semboyan Bhineka Tunggal Ika kembali terabaiakan karena aksi oknum yang mengatasnamakan agama. Ketika ayat-ayat suci jadi bahan perdebatan oleh orang-orang yang merasa memiliki surga."
"Ketika perjuangan pahlawan kemerdekaan sudah dilupakan begitu saja oleh mereka yang merasa paling berjasa. Tolong hentikan semua perpecahan ini, Tuan. Negaraku, bukan negara satu agama atau milik kelompok perusak adat budaya, juga bukan milik satu golongan. #damaindonesiaku #jayalahbangsaku.
Pada saat yang sama, laman resmi Kejaksaan Agung Republik Indonesia atau www.kejaksaan.go.id, juga diretas. Hacker mengubah seluruh tampilan dan isi situs dengan gambar Harley Quinn, tokoh perempuan dalam film Suicide Squad. Harley Quinn adalah tokoh fiktif yang berperan sebagai psikiater yang jatuh Cinta kepada pasiennya sendiri, Joker. Cinta buta Harley mengubahnya menjadi pelaku kriminal.
Dengan latar belakang hitam, peretas juga menulis tentang perpecahan. "We were alla Indonesians, untill race disconected us. Religion separated us. Politics divided us."
Kali ini, peretas mencantumkan beberapa identitas dalam situs. Di antaranya, "Tanpa Bicara", dan "rebels." Hingga pagi ini, situs Kejaksaan dan situs Dewan Pers tak bisa diakses.(boy/jpnn)
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku baru tahu bahwa situs resmi Dewan Pers dan Kejaksaan Agung diretas. Menurut dia, bisa jadi
Redaktur & Reporter : Boy
- Aturan Blending BBM Jelas dan Legal, Penyidikan Harus Transparan
- IAW Soroti Upaya Pelemahan Kejaksaan di Revisi KUHAP
- Kasus Suap Hakim Rp 60 Miliar, Ada Catatan Ini di Rumah Marcella Santoso
- Kejagung Temukan Catatan Permintaan Putusan Lepas saat Geledah Rumah Marcella Santoso
- Kejagung Kian Bertaji, ART Singgung Reinkarnasi Sosok Baharuddin Lopa
- Kejagung Dinilai Tak Tepat Menjadikan Vendor Tersangka Kasus BBM