Menperin Sesumbar Paket Kebijakan Ekonomi Gairahkan Industri Penerbangan

jpnn.com - JAKARTA--Menteri Perindustrian Saleh Husin menegaskan paket kebijakan ekonomi efektif menggairahkan industri perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair and overhaul/ MRO). Daya saing yang menguat memberi peluang lebih besar bagi perusahaan di industri ini berkompetisi dengan perusahaan sejenis di luar negeri.
Pemerintah, melalui paket kebijakan ke-8 telah membebaskan bea masuk 21 pos tarif komponen pesawat udara. Menyusul empat pos tarif komponen pesawat udara yang diusulkan Kementerian Perindustrian telah dibebaskan pada 2013.
“Industri penerbangan menjadi lebih efisien dan memiliki daya saing, sehingga menghadapi persaingan usaha industri dalam negeri mempunyai daya saing, utamanya menghadapi MEA,” ujar Saleh pada Sabtu (5/3).
Keyakinan Saleh ini lantaran banyak pesawat melakukan perbaikan serta perawatan di perusahaan MRO luar negeri. Hal ini menjadi peluang bagi MRO Indonesia.
“Sebagian besar overhaul-nya di luar negeri. Nah dengan insentif dan rangsangan dari pemerintah, industri MRO kita terus bergairah untuk menarik peluang itu kembali ke Indonesia. Pesawat yang terbangnya Indonesia ya idealnya service-nya di Indonesia,” terang Saleh. (esy/jpnn)
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Masih Rp 91.600 Per Kilogram
- Polda Jateng: Lonjakan Arus H+1 hingga H+3 Jadi Anomali Mudik Lebaran 2025
- Harga Emas Antam, UBS, Galeri24 di Pegadaian Hari Ini Kamis 3 April, Cek Perbandingannya
- Harga Emas Antam Hari Ini 3 April Naik Lagi, Berikut Daftarnya
- Arus Balik Lebaran 2025 Mulai Padat
- Pertamina UMK Academy Berhasil Bawa Ribuan Produk UMKM Go Global