Menpora Dito Ingatkan Anggaran untuk Program Kepemudaan Bukan untuk Proses Birokrasi

jpnn.com - Menpora RI Dito Ariotedjo akan fokus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membuat program bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam launching Bulan Pemuda dan Kick-off Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-95 tahun 2023, Minggu (1/10/2023), pria kelahiran 25 September 1990 itu mengingatkan Kemenpora agar memanfaatkan APBN untuk program-program konkret bagi generasi muda, bukan untuk proses birokrasi.
“Setiap rupiah uang rakyat harus kembali kepada rakyat. Dalam konteks ini, saya tegaskan semua anggaran Kemenpora digunakan untuk program-program konkret untuk generasi muda, bukan malah dihabiskan untuk proses-proses birokrasi," ungkap Dito
Politisi partai Golkar itu harus meningkatkan tingkat akuntabilitas Kemenpora. Semua program kepemudaan nantinya akan terus dimonitor, dievaluasi, dan di-rebranding agar lebih relevan, berdampak serta lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan anak muda.
Sejauh ini, Kemenpora di bawah kendali Menpora Dito telah menetapkan arah dan tujuan Pembangunan di bidang keolahragaan melalui Sport Development Index (SDI) dan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) sebagai target membangun pembudayaan, prestasi, dan industri olahraga.
Pada bidang kepemudaan, Kemenpora telah menetapkan indikator, yakni Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan sedang mempersiapkan konsep Desain Besar Kepemudaan Nasional (DBKN) sebagai upaya memperkuat talenta, komunitas, organisasi,a dan skena kepemudaan agar lebih kuat.(kemenpora/mcr16/jpnn)
Menpora Dito Ariotedjo akan fokus dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membuat program bermanfaat buat masyarakat
Redaktur : Dhiya Muhammad El-Labib
Reporter : Muhammad Naufal
- Menpora Dito Apresiasi Kegiatan Majelis Tilawah Al-Quran Antarbangsa ke 15 DMDI
- Bicara di Bursa, Misbakhun Tegaskan MBG Program Mulia
- IHSG Memang Anjlok Selasa Kemarin, Tetapi Penyerapan SBN Sesuai APBN
- Pengamat Ungkap Penyebab IHSG Jeblok Hampir 7 Persen, Ada Faktor Defisit APBN
- Ekonom Sebut saatnya Reformasi Fiskal untuk Menjaga APBN
- Sri Mulyani Laporkan Defisit APBN Februari, Jangan Kaget ya!