Menpora: Hari Rabu Saya Seharian di Kantor, Saya Tunggu

jpnn.com - JAKARTA- Banyaknya persoalan yang timbul dalam sepak bola Indonesia setelah kompetisi ISC bergulir, membuat Menpora Imam Nahrawi prihatin. Karena itu, dia menunggu laporan langsung dari mereka yang merasa ISC belum sesuai dengan cita-cita reformasi sepak bola Indonesia.
"Pemerintah buka diri terhadap keluhan ISC ini. Baik itu wasit, suporter, klub, pemain dan semua yang terkait pasca evaluasi putaran pertama silakan melapor datang langsung ke saya," kata Imam di kantornya, Senin (29/8) petang.
Imam tak mau dengan banyaknya masalah itu, tapi kemudian pemerintah dianggap tidak respek terhadap berbagai masalah tersebut. Persoalan-persoalan seperti wasit yang dianggap buruk, tunggakan gaji, dan masalah lain harusnya sudah tidak berulang.
"Jangan sampai pemerintah dianggap tak respek. ISC ini role model kompetisi, dan ini sudah paro waktu, tapi masih ada keluhan," ungkapnya.
Menurut Imam, Presiden Joko Widodo sudah berulangkali mengingatkan agar reformasi sepak bola Indonesia sempurna. "Bagi siapa saja, yang merasa cita-cita reformasi sepak bola belum sempurna dilaksanakan, padahal presiden sudah mengingatkan, silakan datang ke saya. Hari Rabu (31/8), saya seharian di kantor, saya tunggu," tegas Imam. (dkk/jpnn)
JAKARTA- Banyaknya persoalan yang timbul dalam sepak bola Indonesia setelah kompetisi ISC bergulir, membuat Menpora Imam Nahrawi prihatin. Karena
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- PP POTSI Mulai Jaring Atlet Teqball untuk Persiapan Asian Youth Games 2025
- Bejo Sugiantoro Meninggal, Kehilangan Terdalam Striker Persib
- Dean James Pamer Skill Lawan PSV Eindhoven, Calvin Verdonk Wajib Waspada
- Harapan Bojan Hodak saat Persib Jumpa Persebaya di Awal Ramadan
- Jadwal 16 Besar German Open 2025: 4 Wakil Merah Putih Berjuang
- 16 Besar German Open 2025: Alwi Farhan tak Gentar Hadapi Viktor Axelsen