Menpora Sebut Banyak Perubahan dan Kejutan di Olimpiade Tokyo 2020

“Tetapi kita sudah mau berubah dengan menghitung ranking. Maka ini harus juga menyesuaikan. Ini sekaligus sebagai catatan buat NOC dan internal kami. Kita menghitung betul tentang situasi Olimpiade 2020 atau Olimpiade Tokyo,” lanjutnya.
Dengan demikian, ukuran-ukuran untuk mengukur yang akan datang, misalnya Olimpiade Tokyo diukur dari Rio itu ternyata kurang tepat. Sebab, contohnya beberapa negara yang tadinya tidak memperoleh medali akhirnya dapat medali bahkan rangkingnya naik.
Baca Juga: Mbak Farida Setiap Hari Buka Warung Sayur, Ternyata Cuma Kedok Belaka
“Akhirnya kami menyadari bahwa DBON atau Desain besar Olahraga Nasional harus segera jalan. Tidak ada pilihan lain. Karena kita akan menatap segera Olimpiade Paris 2024,” pungkasnya.(dkk/jpnn)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai Olimpiade Tokyo 2020 banyak terjadi perubahan dan kejutan terkait dengan prestasi atlet dan rangking negara-negara di multi event olahraga tertinggi di dunia ini.
Redaktur : Budi
Reporter : Muhammad Amjad
- Liga 1 2024/25: PSSI Buka Kans Suporter Tamu Boleh Datang, Ini Syaratnya
- Olimpiade Paris 2024, Zainudin Amali: DBON Jadi Pemandu Prestasi, Selamat, Mas Menteri Dito
- Zainudin Amali Yakin Dukungan Pemerintah Terhadap Sepak Bola RI ke Depan Akan Sama Luar Biasanya
- Timnas Indonesia Kalah, Waketum PSSI Bingung dengan Keputusan STY
- Piala Asia 2023, Amali: Bukan tidak Mungkin Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Jepang
- Piala Asia 2023: Ini Target Timnas Indonesia Paling Realistis Menurut Waketum PSSI