Mentalitas Benteng Australia Berdampak Buruk Bagi Keberagaman Budaya

"Sekarang ini situasinya seperti ada Benteng Australia, di mana ada anggapan bahwa orang dari luar negeri akan membawa virus COVID masuk ke sini, dan karenanya kita harus mengunci diri dari mereka," katanya.
"Mereka yang berasal dari luar negeri sering dijadikan kambing hitam dalam banyak hal."
"Para politisi mengambil pendekatan mudah seperti ini, dan bukannya memimpin dan memperkenalkan konsep kepada warga Australia bahwa kita harus bisa hidup berdampingan dengan virus."
Juru bicara Departemen Pendidikan Australia mengatakan paket senilai Rp500 miliar sudah digelontorkan untuk memberi bantuan kepada berbagai lembaga yang menyediakan kursus bagi mahasiswa internasional.
Simon mengatakan dia sudah mengajukan permintaan bantuan kepada Pemerintah dan sekarang mengalihkan model pembelajaran menjadi online dan memberikan les untuk murid-murid sekolah dasar guna mencukupi biaya hidup sehari-hari.
"Bila kami tidak melakukan hal seperti ini kami mungkin harus menutup keseluruhan bisnis kami atau paling tidak dibekukan sampai perbatasan internasional dibuka kembali bagi mahasiswa internasional," katanya.
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News
Sejumlah pihak merasa orang asing yang masuk ke Australia, seperti mahasiswa internasional, seringkali dikambinghitamkan di Australia, termasuk saat pandemi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia
- Dunia Hari Ini: Katy Perry Ikut Misi Luar Angkasa yang Semua Awaknya Perempuan
- Dunia Hari Ini: Demi Bunuh Trump, Remaja di Amerika Habisi Kedua Orang Tuanya