Mentan SYL Beber Strategi Pembangunan, DPR Apresiasi Kinerja Pertanian

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR Sulaiman Hamzah menyesalkan pemangkasan anggaran Kementan 2021, khususnya refocusing untuk program ketersediaan, akses dan komunikasi pangan berkualitas.
Keterbatasan dana ini akan berdampak pada kinerja peningkatan produksi di tengah pandemi Covid-19.
Refocusing dan realokasi anggaran belanja 2021 Kementan Rp 6,326 triliun.
"Dengan keterbatasan pendanaan, tentu ini harus benar-benar menjadi perhatian besar bersama untuk melakukan pengalokasian anggaran secara tepat guna dan tepat sasaran,” kata Sulaiman dalam raker.
Sulaiman dalam kesempatan itu juga mengapresiasi kinerja sektor pertanian pada 2020.
Menurut dia, pertanian masih mampu tumbuh positif di saat sektor lain terkontraksi karena pandemi Covid-19.
Dia menyebut misalnya sektor transportasi dan pergudangan -16,7 persen, konstruksi – 4,52 persen, jasa keuangan -0,95 persen. Baca Juga:
Selama tahun 2020, nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha pertanian (NTUP) berkembang secara fluktuatif.
DPR mengapresiasi kinerja sektor pertanian 2020 yang mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Sisi lain, DPR menyesalkan pemotongan anggaran Kementan 2021.
- Hari Kedua Lebaran, Mentan Tancap Gas Turun Lapangan Sidak 4 Gudang Bulog di Sulsel
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Santri Turun ke Desa, Kembangkan Pertanian dan Peternakan
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa