Menteri Australia Tuduh China Danai Pembangunan Tak Berguna di Pasifik

"Kami bekerja secara kooperatif dengan China, kami mendorong China untuk menggunakan bantuan pembangunannya dengan cara yang produktif dan efektif," ujar Senator Fierravanti-Wells.
"Dengan kata lain, kami benar-benar tak ingin membangun sesuatu hanya karena ingin membangunnya."
Fiji telah mempererat hubungan dengan China selama beberapa tahun terakhir, dan Papua Nugini telah menandatangani serangkaian kesepakatan infrastruktur sebagai bagian dari inisiatif 'Jalan Tol dan Jalan Raya' Beijing.
Baru-baru ini, kubu Oposisi Australia memeringatkan bahwa negaranya kehilangan pengaruh di kawasan Pasifik mengingat China memperluas kehadirannya.
Dan tahun lalu, pemerintahan Koalisi mengatakan, pihaknya akan menghabiskan lebih dari 100 juta dolar (atau setara Rp 1 triliun) untuk membantu Papua Nugini menggelar KTT APEC di bulan November -sebagian karena sejumlah pejabat Australia khawatir China akan terlibat.
"China telah berperan secara meningkat di Pasifik sementara kubu Koalisi di bawah Tony Abbott dan Malcolm Turnbull makin meninggalkan kawasan itu," sebutnya.
"Mereka terus-menerus membajak dana bantuan kami, melihat pemotongan senilai 11 miliar dolar (atau setara Rp 110 triliun) dalam anggaran pembangunan sejak mereka memenangi kursi pemerintahan."
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana