Menteri Erick: PTPN Hadir Untuk Sawit Rakyat, Ini Kebijakan Luar Biasa

"Di tahun 2021 ini kami rencanakan 2.140 Ha, tahun 2022 ada 3.500 Ha, dan tahun 2023 seluas 3.000 Ha. Ini menjadi roadmap kami untuk mendorong percepatan peremajaan sawit rakyat yang diharapkan oleh pemerintah," sebut Jatmiko.
PTPN V menargetkan hingga 2025 mendatang dapat membantu peremajaan dan konversi sawit rakyat seluas 23.000 Ha.
Seluruh sawit yang diproduksi oleh kebun yang bermitra dengan perusahaan, produktivitasnya juga jauh di atas standar nasional.
Program peremajaan sawit rakyat juga menjadi momentum mengganti tanaman sawit dengan jenis tanaman yang lebih unggul. Sehingga, PTPN V turut menyiapkan tujuh sentra pembibitan sawit unggul di seluruh Riau.
Keberadaan sawit bersertifikasi itu juga menjadi jawaban bagi para petani sawit di Riau dalam menghadapi dilema keberadaan bibit palsu.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III M Abdul Ghani mengapresiasi Peremajaan Sawit Rakyat yang dijalankan PTPN V.
“Kegiatan ini merupakan dukungan penuh dari PTPN Group yang telah menjadi salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit," kata Ghani.(chi/jpnn)
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III tersebut mewujudkan sinergi bersama para petani melalui program PTPN untuk Sawit Rakyat.
Redaktur & Reporter : Yessy
- PalmCo Berkolaborasi Hadirkan Posko Mudik dengan Layanan Prima
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- PTPN Group Bagikan Sembako untuk Ribuan Pemudik
- Azlaini Agus: Hutan Riau Dibabat Perusahaan Sawit dan Kertas