Menteri Marwan Siap Wujudkan Desa Mandiri Energi
jpnn.com - JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar menilai, kebutuhan energi listrik bagi masyarakat pedesaan perlu segera dipenuhi demi menjawab percepatan pembangunaan.
"Bagaimana desa mau berkembang, pelayanan sosialnya berjalan, kegiatan ekonominya maju dan masyarakatnya sejahtera jika kebutuhan energi listriknya saja tidak terpenuhi dengan baik," terang Marwan, Minggu (15/2).
Marwan berjanji akan mengupayakan solusi terhadap masalah ini. Antara lain melalui pengembangan desa mandiri energi di desa-desa yang sulit dijangkau PLN. Seperti desa-desa tertinggal, terpencil dan di perbatasan. Saat ini, jumlahnya mencapai sekitar sepuluh ribu desa.
‪Pengembangan desa mandiri energi dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di desa secara maksimal. Sekaligus, menghilangkan ketergantungan terhadap pasokan energi listrik dari luar.
‪"Kami akan dorong setiap desa memiliki kemampuan untuk memenuhi sendiri lebih dari 60 persen kebutuhan energi listriknya dan bahan bakarnya, dari energi terbarukan yang dihasilkan melalui pendayagunaan sumberdaya yang dimiliki desa," ujarnya.
‪Meski begitu Marwan mengakui, untuk mewujudkan desa mandiri energi diperlukan dana yang tidak sedikit. Tidak cukup jika hanya mengandalkan sumber pendanaan dari pemerintah. Karena itu, diperlukan keikutsertaan kalangan swasta, termasuk dunia usaha melaui program Corporate Social Responsibilty (CSR). Untuk itu Menteri Marwan akan menggandeng BUMN dan pengusaha swasta untuk mendukung program ini. (gir/jpnn)
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar menilai, kebutuhan energi listrik bagi masyarakat pedesaan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Nilai IKIP Kaltim Meningkat, Masuk Tiga Besar Nasional
- Yorrys Raweyai: DPD Akan Mengawal Proses Pembangunan PIK 2 Tangerang
- BPMK Lanny Jaya Diduga Potong Dana Rp 100 juta dari 354 Kampung
- Kipin Meraih Penghargaan Utama di Temasek Foundation Education Challenge
- Sri Mulyani: Setiap Guru adalah Pahlawan yang Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Indonesia
- Kerugian Negara Hanya Bisa Diperiksa BPK, Ahli: Menjerat Swasta di Kasus PT Timah Terlalu Dipaksakan