Menteri Siti Kerja Keras Perangi Hotspot di Riau

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya menyatakan bahwa pemerintah hingga saat ini terus berupaya untuk mengurangi asap akibat masih adanya kebakaran lahan dan hutan (hotspot) di Riau. Menurutnya, berbagai macam cara sudah dilakukan untuk mengatasi kebakaran di Riau, termasuk dengan modifikasi cuaca.
“Pada tanggal 5 dan 6 kemarin kita bersama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, red) melakukan penaburan benih-benih hujan. Yaitu dengan garam 2,5 ton," ujar Siti di kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/3).
Setelah adanya penebaran garam itu, Siti mengaku mendapat laporan bahwa pada Sabtu-Minggu pekan lalu Riau dan sekitarnya mulai diguyur hujan deras. Menteri asal Partai NasDem itu pun terus memantau perkembangan kualitas udara di Riau saat ini.
Menteri lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu lantas memaparkan indeks standar pencemaran udara (ISPU). Menurutnya, jika ISPU masih di bawah 50 berarti masih baik. “Di atas 51 itu sedang, kalau di atas 100 itu jelek. Jadi saya punya alat kontrol itu juga dan ini laporannya rata-rata kualitas udaranya baik berarti hujan deras dan merata sepanjang hari," sambungnya.
Siti juga mengatakan, langkah lain yang dilakukan pemerintah dalam menekan angka hotspot dalah penindakan dan pencegahan. Untuk pencegahan, langkah yang dilakukan adalah pembuatan sekat-sekat kanal di areal gambut, patroli wilayah dan peningkatan partisipasi dunia usaha. Siti berharap pencegahan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah daerah sehingga bisa mengurangi titik hotspot di Riau dan sekitarnya.(flo/jpnn)
JAKARTA - Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya menyatakan bahwa pemerintah hingga saat ini terus berupaya untuk mengurangi asap
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bea Cukai Musnahkan Rokok dan MMEA Ilegal Bernilai Rp 20,1 Miliar di Cirebon
- Hasil Audit, Sebegini Jumlah Peserta Seleksi PPPK Tahap 1 Dibatalkan Kelulusannya
- Bocah 6 Tahun Tewas Terjepit Pipa Kolam Renang di Garut
- Lewat Retret Kepala Daerah, Prabowo Dinilai Sedang Menghancurkan Demokrasi
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Usut Kasus Gratifikasi di DJP, KPK Periksa Sejumlah Bos Perusahaan