Menteri Susi Kembali Tenggelamkan 40 Kapal Pencuri Ikan

”Ya habislah sumber daya laut kita. Stok ikan kita turun ke titik yang sangat rendah,” keluhnya.
Namun, semuanya berubah ketika law enforcement benar-benar ditegakkan. Dia mengklaim, dalam lima tahun terakhir ekspor dibidang perikanan berhasil naik.
Termasuk Nilai Tukar Nelayan dan Nilai Tukar Usaha Perikanan yang naik sampai 20 persen.
Plt Dirjen Pengawas Sumber Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman menambahkan, total kapal yang telah dimusnahkan sejak November 2014-Oktober 2019 mencapai 556 kapal.
Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, Papua Nugini 2 kapal, RRT 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, dan Indonesia 26 kapal.
Diakuinya, kapal-kapal berbendera Vietnam paling mendominasi. Menurutnya, kebutuhan akan bahan pangan menjadi alasan utama para illegal fishing tersebut berani kembali datang lagi dan lagi.
BACA JUGA: Ponakan Disiksa, Sang Tante Berbohong Agar Pasangan Lesbinya Tak Ditangkap
”Lalu posisinya perairan kita sangat kaya sumber daya ikan. Sehingga jadi sasaran,” ungkapnya.(mia/jpg)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menenggelamkan 40 unit kapal ikan asing pelaku illegal fishing di sejumlah wilayah.
Redaktur & Reporter : Budi
- Ganjar Siap Menenggelamkan Kapal Asing yang Mencuri Ikan di Laut Indonesia
- 2 Kapal Asing Berbendera Vietnam Ditenggelamkan Kejari Batam di Pulau Galang
- Lihat, Kapal Pencuri Ikan Berbendera Malaysia Ditenggelamkan, Dua Sekaligus
- Nono Sampono: Kalau Tegas dan Konsisten, Negara Lain Takut Sama Indonesia
- 10 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Perairan Batam
- Lima Kapal Asing Ditenggelamkan Kejaksaan di Laut Kepri, Satu dari Malaysia Selamat Tinggal!