Menu Khas Lebaran: Nasu Palekko Bisa Membuat Telinga Merah tetapi Tak Bikin Jera

Burasa yang terbuat dari beras yang diberi santan kepala, kemudian dibungkus daun pisang dan direbus selama berjam-jam, sehingga akan lebih empuk dan gurih dibandingkan lontong.
Khusus untuk Bajabu dari kelapa yang sudah tua, setelah diparut lalu dikeringkan dengan cara dijemur bawah sinar matahari.
Setelah kelapa parut tersebut kering, lalu disangrai lagi diatas wajan dengan menggunakan api kecil. Kemudian dimasukkan bumbunya yang terdiri dari ikan asin yang sudah dibakar dan dicabik-cabik.
Sedang biji kacang ijo yang sudah digoreng terlebih dahulu juga dimasukkan dengan bumbu penyedap rasa dan bawang merah dan bawang putih goreng.
Semua bahan tersebut bersama kelapa parut diaduk hingga merata. Setelah kelapanya garing, maka sudah siap dijadikan sebagai cocolan dari burasa atau ketupat.
Kedua menu khas asal Sulawesi Selatan ini akan ditemukan saat bertamu pada Hari Raya Idul Fitri, maupun pada acara-acara tertentu.
Proses pembuatan dan bumbunya yang sederhana, tentu menjadi salah satu alternatif sehingga menyajikan nasu palekko di hari raya.
Sementara yang tidak ingin repot-repot memasak di dapur, namun ingin mencicipi menu tersebut, kini sudah banyak warung hingga restoran yang menyajikan menu nasu palekko, baik dinikmati di lokasi maupun dibawa pulang ke rumah. Termasuk dipesan melalui layanan transportasi online (daring).
Begini cara membuat Nasu Palekko yang bisa disajikan sebagai menu khas saat berlebaran, apa saja bumbunya?
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Destinasi Belanja Favorit di PIK, Merayakan Lebaran dengan Gaya
- Brand Kuliner Ini Berbagi Berkah Ramadan ke Panti Jompo
- Ralali Siap Dukung Perjalanan Mudik Lebih Nyaman
- UMKM Kuliner Ini Bangkit Setelah Dapat Suntikan Dana, Omzet Berlipat-lipat
- Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Dorong Anak Muda Gelar Festival Kuliner UMKM di 35 Kabupaten/Kota