Menuntut Kesetaraan Gender di Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kenapa Perempuan Negatif Sekali?


Supplied
"Karena konstruksi yang tidak adil gender, sehingga dapat turut melanggengkan stigma negatif terhadap korban yang sedang mencari keadilan."
"Konstruksi ini turut serta membangun stigma negatif terhadap korban kekerasan seksual yang mayoritas perempuan dengan menyalahkan mereka sebagai penyebabnya," tambah Khotimun.
Komisi Nasional Perempuan mendukung agar ada perubahan dalam kamus dan menyerukan revisi.
Bahasa, ujar komisi tersebut, memiliki "peran penting dalam membangun nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender serta penghapusan kekerasan terhadap perempuan".
Mengapa 'pemberdayaan perempuan' atau 'hak perempuan' tidak dicantumkan?
Badan Bahasa, lembaga yang bertanggung jawab atas KBBI, mengatakan contoh yang dicantumkan berdasarkan data dari kata-kata yang paling sering dipadankan dengan kata 'perempuan'.
Rilis dari badan tersebut menjelaskan pihaknya "mempunyai kebijakan editorial ... yang menjadi konvensi yang sudah disepakati bersama oleh tim editornya".
Perempuan nakal, perempuan jalang, adalah contoh bagaimana kata perempuan digunakan menurut kamus resmi Bahasa Indonesia
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Dukung Kesetaraan Gender, Nestle Ingin Ciptakan Lingkungan Kerja Aman & Inklusif
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Dunia Hari Ini: Unjuk Rasa di Turki Berlanjut, Jurnalis BBC Dideportasi