Menurut Sri Mulyani, Hanya 5% ASN Punya Niat Korupsi
jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan harapannya kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dikaitkan dengan kerja ASN alias aparatur sipil negara.
Dia berharap KPK lebih ramah terhadap ASN sehingga kebijakan pemerintah bisa berjalan dengan baik untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.
“Tentu harapannya kepada KPK adalah kalau kita bicara tentang pencegahan, ya KPK tidak dianggap sebagai ancaman melainkan sebagai suatu institusi yang ikut menjaga,” katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (9/12).
Selama ini, kata Sri Mulyani, KPK dianggap sebagai suatu lembaga yang menakutkan dan mengancam di mata sejumlah pihak termasuk para aparatur negara sehingga perlu adanya perubahan terhadap pemikiran tersebut.
“Menurut saya tugas paling berat dari KPK adalah memindahkan mindset itu. Lalu menciptakan society yang based on trust,” ujarnya.
Jika ada rasa saling percaya antara KPK dengan aparatur negara, kata Sri Mulyani, maka akan menciptakan situasi yang saling mendukung terutama terkait kebijakan pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi.
“Mereka harus percaya dengan sistemnya karena kalau ASN merasa ini (KPK) partnernya maka akan terjadi trust sehingga ekonominya akan maju luar bisa,” ujarnya.
Jika tidak ada rasa saling percaya, lanjutnya, maka muncul sistem saling mencurigai yang mengakibatkan para ASN ragu dalam mengambil keputusan sehingga berpotensi menghambat langkah untuk berkontribusi melakukan pembangunan.
Menkeu Sri Mulyani berharap ada rasa saling percaya antara ASN dengan KPK karena mayoritas ASN tidak punya niat korupsi.
- KPK Sinyalir Uang Jutaan Dolar dari Izin Tambang era Rita Mengalir ke Japto dan Ahmad Ali
- KPK Sinyalir Satori dan Heri Gunawan Selewengkan Dana CSR BI Lewat Yayasan
- KPK Telusuri Aset Wali Kota Semarang Hevearita, Potensi Penyitaan Menguat
- Mbak Ita & Suami Ditahan KPK, Balai Kota Semarang Sambut Pimpinan Baru
- Asabri Beri Perlindungan Tanpa Batas Untuk Para Patriot Bangsa
- KPK Dalami Korupsi Shelter Tsunami NTB, Waskita Karya Berpotensi Jadi Tersangka Korporasi