Menyaksikan secara Langsung Pembebasan Aung San Suu Kyi
Leluasa Bergerak karena Disangka Orang Myanmar
Senin, 15 November 2010 – 07:37 WIB
![Menyaksikan secara Langsung Pembebasan Aung San Suu Kyi](https://cloud.jpnn.com/photo/picture/watermark/20101115_073836/073836_356229_Aung_San_Bebas_Bok.jpg)
SEMARAK: Aung San Suu Kyi saat tiba di kantor NLD di Yangon kemarin (14/11). Ratusan ribu massa menyambut tokoh demokrsi Myanmar yang baru saja dibebaskan. FOTO: TOMY C. GUTOMO/JAWA POS
Perhatian dunia saat ini tertuju kepada Myanmar, terutama bebasnya tokoh demokrasinya, Aung San Suu Kyi. Ratusan ribu orang menyambut putri pahlawan nasional Myanmar, Aung San, itu. Jawa Pos menyaksikan secara langsung momen bersejarah tersebut. ------------------------------------------
TOMY C. GUTOMO, Yangon
-----------------------------------------
AKHIR Oktober lalu, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Leak Kustiya menugasi saya ke Yangon, Myanmar, khusus untuk meliput pembebasan Aung San Suu Kyi. Saat itu sudah santer diberitakan bahwa pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (National League for Democracy/NLD) tersebut akan dibebaskan dari status tahanan rumah pada 13 November 2010. Tugas itu langsung saya terima tanpa pikir panjang. Sebuah kebahagiaan bagi seorang wartawan bisa meliput langsung momen bersejarah level dunia.
Tidak mudah bagi seorang wartawan bisa masuk ke Myanmar. Meski masuk sebagai anggota ASEAN, masuk ke Myanmar harus menggunakan visa. Sebulan sebelum pemilihan umum, pemerintah Myanmar melarang semua wartawan asing masuk ke Myanmar. Saya pun mengajukan aplikasi visa ke Myanmar melalui Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta. Tentu saya mengajukan visa sebagai turis dan menyembunyikan identitas wartawan saya. Sebenarnya, ada alternatif selain mengajukan visa turis. Yakni, mengajukan visa bisnis dan meditasi.
Perhatian dunia saat ini tertuju kepada Myanmar, terutama bebasnya tokoh demokrasinya, Aung San Suu Kyi. Ratusan ribu orang menyambut putri pahlawan
BERITA TERKAIT
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara
- Rumah Musik Harry Roesli, Tempat Berkesenian Penuh Kenangan yang Akan Berpindah Tangan
- Batik Rifaiyah Batang, Karya Seni Luhur yang Kini Terancam Punah