Meramu Obat

Oleh: Dahlan Iskan

Meramu Obat
Dahlan Iskan. Foto: Ricardo/JPNN.com

Jawab Abror ternyata lebih serius: "Saya pecinta Karen Amstrong. Interpretasinya tentang Kitab Kejadian asyik dan cocok dengan iman Islam."

Lalu Abror menyertakan foto sampul buku In the Beginning, a New Interpretation of Genesis karya Amstrong.

"Praktisi dan penghayat tarekat/tasawuf seperti bos (Abror selalu panggil saya bos –DI) lebih mudah menerima tradisi-tradisi itu.

Kalimatun sawaa'.

Tapi orang-orang syariat seperti saya berat sekali. Butuh perjuangan ekstra, tulisnya.

Diskusi pun berlanjut. Agak berat. Saya yakin Covid-19 yang ada di tubuh saya tidak bisa mengikutinya.

"Dalam tradisi Kristen, membahas Injil lebih enak," kata Abror.

"Semua mengakui Injil ada author-nya/pengarangnya. Tapi kalau bicara Al Quran susah. Karena antara makhluk atau kalam saja bisa bunuh-bunuhan," tulis Abror.

Rupanya ia tahu saya terkena Covid. Ia tahu saya lagi dirawat di RS ini. Rupanya ia yang meracik obat untuk saya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News