Merasa Diteror, Yusuf Adukan Presiden PKS ke Polri
Selasa, 29 Maret 2011 – 21:50 WIB

Deklarator Partai Keadilan (kiri) Yusuf Supendi bersama pengacarnya, Ahmad Rifai, saat melaporkan Presiden PKS di Bareskrim Mabes Polri Selasa (29/3) sore. Foto: Zul/JPNN
JAKARTA—Salah seorang deklarator Partai Keadilan (PK) Yusuf Supendi resmi melaporkan dugaan teror, fitnah, dan ancaman kekerasan yang diduga dilakukan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfie Hasan ke Bareskrim Mabes Polri, Selasa (29/3) sore. Yusuf merasa diteror Luthfie dengan ratusan SMS yang dikirim melalui telepon seluler yang diduga milik Luthfie tahun 2010 lalu.
‘’Kita sudah melaporkan ke bareskrim, dengan sangkaan pasal 311 KUHP, Pasal 29 UU No 11 Tahun 2008 tentag Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Saya juga kaget, bahwa sorang Presiden PKS mengirim SMS berisi ancaman kepada Pak Yusuf,’’ ujar Ahmad Rifai, kuasa hukum Yusuf di Mabes Polri Selasa (29/3).
Baca Juga:
Sedianya Yusuf melaporkan Luthfie Senin (28/3) kemarin. Namun karena alasan tak cukupnya bukti SMS teror itu, laporan tersebut diundur. Selain karena menerima ancaman, ia tidak terima dikatakan berupaya merusak PKS dengan serangkaian aksi yang diduga dilakukannya bersama oknum Badan Intelejen Negara (BIN). Padahal, menurutnya, tuduhan itu tak mendasar mengingat ia, tidak memiliki hubungan dengan BIN. ‘’Tudingan lain, menghancurkan partai dan pimpinannya, berkolaborasi dengan orang BIN. Ini sangat jelas,’’ tambahnya.
Sementara itu Yusuf yang lebih membuatnya tidak terima dituding sebagai pengganggu istri orang. Ini, tambahnya, terekam dalam SMS yang dikirimkan padanya mulai 23 Juni sampai dengan 29 Juli 2010. Kini rekaman SMS itu dicetak menjadi 143 yang diserahkan ke polisi sebagai barang bukti.
JAKARTA—Salah seorang deklarator Partai Keadilan (PK) Yusuf Supendi resmi melaporkan dugaan teror, fitnah, dan ancaman kekerasan yang diduga
BERITA TERKAIT
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini