Merasa Tak Dihargai, PDIP Karawang Tegaskan Pantang Mengemis ke Cellica

jpnn.com - KARAWANG - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Karda Wiranata menegaskan bahwa partainya tidak akan mengemis kepada petahana Cellica Nurrachadiana agar bersedia diusung menjadi calon bupati Kabupaten Karawang.
"Saya perlu luruskan, kami tidak pernah menawarkan diri. Sebagai ketua DPC, saya hanya mencoba menjalin komunikasi politik, karena sebelumnya Cellica sudah memulai lobi DPP PDI Perjuangan. Tapi pada kenyatannya, untuk jajaran DPC PDI Perjuangan Karawang dia mengelak untuk berkomunikasi," kata Karda, Senin (25/5).
Dia menjelaskan, kejadian berawal dari undangan Cellica kepada pengurus DPC PDI Perjuangan Karawang untuk bertemu Jumat (22/5). "Ternyata, pertemuan yang awalnya diharapkan eksklusif tersebut berlangsung di sela-sela acara deklarasi partai pengusung Cellica yakni Partai Demokrat, PPP, dan PAN," ungkapnya.
Karda mengakui, saat pertemuan Cellica tidak menjawab secara pasti pinangan PDI Perjuangan. Cellica lanjut Karda, tengah melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan DPP PDI Perjuangan.
"Saya rasa ini aneh, harusnya Cellica membangun komunikasi dari bawah, baru ke atas. Bukan sebaliknya. Sepertinya dia tidak menghargai keberadaan DPC PDI Perjuangan," ungkapnya.
Karda menegaskan, cara calon bupati tersebut memperlakukan DPC PDI Perjuangan tidak menjadi masalah sebab partainya siap berhadapan dengan Cellica pada Pilkada mendatang.
"Kami ini partai besar, partai pemenang di Karawang. Kami tidak mau mengemis. Banyak kader kami yang kualitasnya lebih baik dari Cellica. Kami siap bertarung dan menang," pungkas Karda. (fas/jpnn)
KARAWANG - Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karawang, Karda Wiranata menegaskan bahwa partainya tidak akan mengemis kepada petahana Cellica Nurrachadiana
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu
- Rano Karno Bakal Hadiri Retret Kepala Daerah, Berangkat ke Magelang Malam Ini