Catatan Politik Senayan

Merawat Asa Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Walau Dirusak Perilaku Koruptif

Oleh: Bambang Soesatyo

Merawat Asa Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Walau Dirusak Perilaku Koruptif
Bambang Soesatyo. Foto: Dokumentasi Humas MPR RI

Terjemahan dari penegasan presiden ini adalah perintah kepada semua kementerian dan lembaga dan pemerintah daerah untuk melaksanakan semua UU, Perpres, peraturan pemerintah serta produk hukum lainnya dengan benar dan baik serta konsisten.

Tujuannya utamanya adalah untuk mewujudkan good governance demi kebaikan bangsa-negara, kini dan di masa depan.

Harap juga diingat bahwa kegagalan mewujudkan good governance yang berulang-ulang bisa berakibat sangat fatal, yang biasanya akan diwujudnyatakan dengan menyuarakan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan banyak komunitas kepada regulator atau kementerian dan lembaga dan institusi daerah.

Berpijak pada rentetan fakta kasus korupsi itu, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa puluhan tahun kerja pemberantasan korupsi ternyata masih minim progres.

Sudah menjadi fakta korupsi semakin marak dalam satu dekade terakhir, dengan ragam modus dan skala yang begitu besar jika mengacu pada nilai kerugian negara.

Selain itu, patut pula untuk mengatakan bahwa puluhan tahun reformasi birokrasi berjalan tetap belum dapat mengeliminasi peluang tindak pidana korupsi dan juga perilaku koruptif oknum pada sejumlah kementerian dan lembaga dan institusi daerah.

Bagi masyarakat kebanyakaan, skala korupsi yang justru terus membesar hingga ratusan triliun lebih menggambarkan tidak semua kementerian dan lembaga dan pemerintah daerah menunjukan itikad baik memberantas korupsi di lingkungan kerja masing-masing.

Sebaliknya, yang tampak adalah terbentuknya kelompok atau organisasi kejahatan di tubuh sejumlah kementerian dan lembaga untuk merampok keuangan negara dan membohongi rakyat.

kehendak bersama mewujudkan good governance tak boleh pupus, kendati terus menerus dirusak oleh perilaku tamak dan koruptif dari banyak oknum yang diberi amanah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News