Merespons Max Sopacua, Didik pakai Kata Benci, Dengki, Bohong, Fitnah

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto menyindir pernyataan Max Sopacua yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut kasus korupsi proyek pembangunan wisma atlet di Hambalang.
"Terlalu mengada-ada dan tidak mendasar dalam perspektif prinsip penegakan hukum," kata Didik dalam pesan singkatnya kepada awak media, Jumat (26/3).
Sebab, menurut pria Magetan itu, dalam kasus korupsi Hambalang sudah ada yang diadili dengan keputusan yang bersifat inkrah.
Bahkan, para pelakunya sudah menjalani masa pemidanaan.
Selain itu, kata Didik, penegak hukum tidak akan tebang pilih dalam mengusut kasus.
Kemudian penegak hukum akan transparan, profesional, dan akuntabel dalam mengusut kasus.
"Penegakan hukum tidak didasarkan kepada unsur kebencian, kedengkian, berita bohong, apalagi dengan basis-basis fitnah," tutur dia.
Didik pun mengingatkan, membangun framing yang tendensius bisa masuk kategori menebar kebencian, kedengkian, berita bohong, dan fitnah.
Didik Mukrianto menanggapi pernyataan Max Sopacua yang meminta KPK mengusut kasus korupsi proyek Wisma Atlet Hambalang.
- Syahrial Nasution, Alumni Unpar yang Dipercaya AHY Jadi Wakil Sekjen Partai Demokrat
- Ditunjuk AHY Jadi Bendum Demokrat, Irwan Fecho Mundur dari Stafsus Mentrans
- Putra Sumba NTT Gustaf Tamo Mbapa Dipilih Sebagai Deputi BPOKK DPP Partai Demokrat
- Hijrah ke Partai Demokrat, Afriansyah Noor Didapuk Jadi Wasekjen
- Ditunjuk Jadi Kepala Badan DPP Demokrat, HBL Masuk Ring 1 AHY Bersama Menteri PU
- Ibas Kawal Langsung Program Pro-Rakyat Prabowo, dari Irigasi hingga Sembako Terjangkau