Merinding! Sesajen Dilempar ke Kawah saat Bromo Erupsi

jpnn.com - RITUAL Yadnya Kasodo yang dilakukan masyarakat Tengger, Kabupaten Probolinggo, kali ini penuh sangat mendebarkan. Puncak perayaan kasodo dilakukan saat kawah Bromo tengah erupsi.
Puncak kawah Bromo, sejak sepekan terakhir masih saja menyemburkan material vulkanik, berupa abu dan bau belerang cukup kuat. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat warga Tengger untuk melemparkan sesaji ke kawah Bromo.
Sementara di bibir kawah, hujan abu dan pasir tengah terjadi, Kamis (21/7) dini hari.
"Ini merupakan tradisi kami, apapun yang terjadi. Kalau sudah jatuh waktunya, tidak akan bisa diubah, baik dimajukan maupun ditunda,” kata salah satu sesepuh Tengger, Supoyo, kemarin.
Mantan Kades Ngadisari ini menyebut, sebelum perayaan di tengah erupsi seperti saat ini, masyarakat Tengger juga pernah merasakan yang “lebih parah”.
Yakni Kasodo saat erupsi, terjadi pada 2004 silam. Ketika itu, status Gunung Bromo pada level tiga atau siaga. Dengan kondisi kepulan asap lebih pekat dan tebal. Begitu pula hujan pasir yang terjadi di sekitar kawah, dengan radius aman sekitar 2,5 kilometer.
“Waktu itu kami tetap naik ke kawah dan melakukan ritual Kasodo (lempar sajen ke kawah). Tidak terjadi apa-apa waktu itu,” sergahnya.
Hingga kini pun, lanjutnya, warga merasa sangat aman untuk melakukan ritual lempar sajen ke kawah Bromo.
RITUAL Yadnya Kasodo yang dilakukan masyarakat Tengger, Kabupaten Probolinggo, kali ini penuh sangat mendebarkan. Puncak perayaan kasodo dilakukan
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara