Metallica Jadikan Bali Sebagai 'Rumah' Selama Tur Asia
Tak Dikenali saat Santai Mengendarai Motor Sambil Bawa Papan Surfing ke Pantai

Mereka sudah bermain ombak sejak hari Kamis (15/8) lalu. Kala itu Metallica baru saja tampil di Shanghai, Tiongkok.
Tanpa terendus fans, mereka juga berkunjung ke gerai Rip Curl, salah satu gerai peranti surfing di Sunset Road, Kuta yang dikenal memiliki koleksi cukup lengkap. "Hammett belanja puluhan juta di sana," kata dia.
Peselancar itu juga menerangkan bahwa selama tur di Asia Tenggara, Metallica selalu balik ke Bali dan tinggal di Bali. "Misalnya setelah tur di Malaysia mereka balik ke Bali. Begitu juga konser lainnya, seperti di Singapura. Mereka pulangnya ke Bali lagi," ujarnya.
Dari keterangan sejumlah surfer, yang rajin bermain ombak adalah Trujillo dan Hammett. Sebelum ke Jakarta, Metallica memanaskan panggung di Shanghai (14,15/8). Berlanjut ke Seoul, Korsel (18/8). Lantas berlanjut ke Stadion Merdeka Kuala Lumpur, Malaysia (21/8). Sabtu malam (24/8) mereka menggebrak Singapura. Dan Jakarta (25/8) jadi kota penutup tur mereka di Asia.
Selama di Bali, beberapa pantai menjadi jujugan Trujillo dan Hammett. Di antaranya Pantai Kuta, Pantai Brawa, Canggu, Uluwatu, Jimbaran.
Meski pagi penggemar musik keras tampang mereka cukup familiar, tapi untuk mengenal wajah mereka di antara banyaknya para turis mungkin sedikit sulit. Termasuk saat mereka bersantai naik motor sambil membawa papan selancar. Karenanya mereka bisa leluasa melampiaskan hobinya meski tetap menyewa bodyguard saat jalan-jalan.
Salah satu peselancar lokal yang semringah saat Metallica ke Bali adalah Wayan "Betet" Merta. Dia begitu ceria menemani kawanan musisi legendaris itu. Foto-fotonya bersama Hammett dan Trujillo pun menyebar di Instagram dan jejaring sosial lainnya.
Nama-nama lain yang menemani musisi tersebut adalah Rizal Tanjung dan Oq (Oki) Abrar.
Menjelang Konsernya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Semalam (25/8), penggawa trash metal itu ternyata menghabiskan waktu senggangnya dengan berselancar
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara