Minta Minum, Tahanan Dianiaya Sipir

Minta Minum, Tahanan Dianiaya Sipir
Minta Minum, Tahanan Dianiaya Sipir
PALEMBANG – Dugaan tindak kekerasan dalam tempat pembinaan, terkuak setelah Sri Ningsih (35), datang mengadu ke SPK Terpadu Polresta Palembang, Rabu (22/5). Dia membawa foto suaminya, Aminudin (35), yang menderita luka lebam di beberapa bagian tubuh, yang menurutnya dilakukan oleh oknum petugas Rutan Klas IA Palembang, di Jl Inspektur Marzuki, Kecamatan IB I, Palembang.

“Ini foto – foto apa yang telah diterima suami aku, setelah dipukuli oleh petugas rutan. Punggung kanannya, kaki kanan dan kiri. Dia tidak sendiri dipukuli, bersama sekitar lima belas orang lagi penghuni blok karantina yang sama. Karena tidak tahan, kami akhirnya melaporkan petugas tersebut yang namanya sudah kami kantongi,” tegas Sri, warga Jl Brigjen Hasan Kasim, Lr Patas, RT 44/09, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

 

Diuraikan Sri yang tengah hamil delapan bulan anak keduanya, suaminya ditahan dalam kasus membawa senjata tajam (sajam), sejak 11 Februari 2013. Suaminya yang menghuni sel karantina 4 Rutan Klas IA Palembang, dan penghuni lainnya, tak hanya mendapat penganiayaan secara fisik, tapi juga psikis. Suaminya bersama beberapa teman di sel, pernah meminta air minum dan air mandi. Tak disangka, pada malam hari justru suaminya dikumpulkan dan dipukuli.

 

“Suami aku tu kuraso dipukul pakai benda tumpul atau apalah, idak ngerti jugo. Tapi pernah bae pas dio minta minum jugo dikasih air selokan oleh petugas rutan itu. Aku ni lagi hamil delapan bulan, liat suami kayak ini, sedih rasonyo. Aku tahunyo baru hari Sabtu (18/5) dan pas sidang vonis Selasa (21/5),” tutur Sri.

PALEMBANG – Dugaan tindak kekerasan dalam tempat pembinaan, terkuak setelah Sri Ningsih (35), datang mengadu ke SPK Terpadu Polresta Palembang,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News