Minta Prostitusi Dilegalkan, Pekerja Seks Australia Temui Parlemen

Ia menerima dukungan dari golongan liberal moderat tetapi merupakan oposisi dari sayap kanan Partai Buruh.
Franks mengatakan Australia Selatan memiliki beberapa undang-undang tertua dan paling ketinggalan jaman di Australia terkait dengan pekerja seks.
"Jika mereka orang dewasa dan mereka menyetujui, mengapa urusan Parlemen untuk melarang hal itu?" katanya.
"Kita harus fokus pada kejahatan nyata."
Ia memeringatkan bahwa undang-undang itu berdampak pada keselamatan pekerja. Banyak yang terlalu takut untuk melapor polisi ketika keselamatan mereka diancam karena takut mereka akan didakwa.
Tahun lalu, ABC melaporkan, sebuah tindakan keras polisi terhadap pekerja seks justru mendorong industri ini dilakukan diam-diam.
Data polisi pada saat itu menunjukkan "tempat yang dicurigai rumah bordil" dikunjungi 176 kali, dengan lebih dari 200 dakwaan dijatuhkan.
Ini setara dengan penggrebekan terhadap rumah bordil setiap dua hari sekali.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana