Minyak Goreng Masih Mahal, Kemendag Sebut Oknum Pengusaha

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan akan fokus mengawal distribusi minyak goreng subsidi sampai ke masyarakat.
Langkah itu dilakukan menyusul sejumlah laporan penyelewengan minyak goreng subsidi yang terjadi pada rantai pasok sebelum sampai ke pengecer.
Terutama kelangkaan minyak goreng curah yang mengakibatkan terjadinya antrean di sejumlah daerah.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan isu kelangkaan minyak goreng menjadi fokus pemerintah saat ini.
"Karena isu kelangkaan bisa bias ke mana-mana, seperti orang meninggal karena antre," kata Oke, Rabu (13/4).
Menurut Oke, kebijakan HET minyak goreng curah berpotensi untuk mengalihkan orientasi produsen pada minyak goreng kemasan yang relatif lebih mahal lantaran ikut fluktuasi harga pasar dunia.
Selain itu, Oke menjelaskan perbedaan harga antara minyak goreng curah dan kemasan yang terpaut tinggi, bisa dimanfaatkan oleh sejumlah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Misalnya, mengubah minyak goreng curah menjadi kemasan demi mendulang keuntungan besar.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan akan fokus mengawal distribusi minyak goreng subsidi sampai ke masyarakat.
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Ayam Panggang Mbah Dinem di Klaten Rendah Kolesterol, Tanpa Minyak Goreng
- Tom Lembong Tepis Tudingan Langgar UU Perlindungan Petani di Persidangan, Tegas Banget!
- Jelang Lebaran, Pertamina Tindak Tegas SPBU Nakal demi Utamakan Layanan Masyarakat
- Warga Rela Mengantre Sejak Subuh demi Sembako Bersubsidi
- Pelaku Usaha Ritel Optimistis Perekonomian Nasional Capai Target Pertumbuhan 8 Persen