MKD Harus Transparan, Tunjukkan Nyali Bisa Menangani Kasus Azis Syamsuddin

jpnn.com, JAKARTA - Pakar Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai sangat tepat Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI memprioritaskan laporan terhadap Azis Syamsuddin.
Pasalnya, berkaitan dengan jabatan Azis yang saat ini merupakan Wakil Ketua DPR RI.
Selain itu, perkara suap antara penyidik KPK Stephanus Robin Pattuju dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial tersebut yang menyeret nama Azis itu telah menjadi wacana publik yang kontroversial.
"Kalau tidak memprioritaskan kasus Azis, dikhawatirkan masyarakat akan menilai MKD tidak serius. MKD bisa dinilai tidak bernyali," kata Jamiluddin kepada JPNN.com, Selasa (18/5).
Menurut mantan dekan FIKOM IISIP Jakarta itu, Jika kasus tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka secara langsung dan tidak langsung berdampak terhadap DPR RI sehingga harus diproses dan diputus.
Selain itu, Azis juga akan lebih cepat mengetahui statusnya dan tidak tersandera dengan kasus tersebut.
"MKD sudah proporsional bila memprioritaskan kasus Azis dan memproses secepatnya akan baik kepada DPR," ujar Jamiluddin.
Namun demikian, MKD diharapkan memproses Azis secara terbuka dan transparan.
Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI harus transparan menyelesaikan laporan terkait kode etik Azis Syamsuddin
- 5 Berita Terpopuler: Kecaman Muncul, Panselda Diminta Selamatkan Honorer TMS, Tessa Bilang Begini
- KOPRABU Desak Aparat Tindak Tegas Dugaan Mafia Tanah SS, Masyarakat Diminta Waspada
- Barisan Pembaharuan: Semua Pihak Harus Hormati KPK Tahan Hasto
- Hasto Minta KPK Periksa Keluarga Jokowi, Tessa Bilang Begini
- Wasekjen Pasbata: Praperadilan Ditolak Bukti Tak Ada Politisasi di Kasus Hasto
- Megawati Larang Kader PDIP Ikut Retret, Kritik Efriza Menohok Banget