Modern International Batal Akuisisi Sevel, Saham Longsor

Padahal, MDRN sempat berada di level Rp 65 pada awal Mei karena terpengaruh rencana aksi korporasi tersebut.
Analis Senior Binaartha Sekuritas Rexa Priyambada mengatakan, pasar kurang memiliki keyakinan pada kinerja MDRN akibat pembatalan akuisisi.
’’Investor jadi khawatir, pendanaan dari mana untuk bayar utang dan biaya operasional modern internasional?’’ katanya.
Di samping itu, konsep bisnis 7-Eleven yang berupa convenience store memang rentan membawa pada perputaran uang yang lambat.
Berbeda dengan Indomaret dan Alfamart yang lebih banyak mengandalkan minimarket tanpa terlalu banyak menawarkan tempat nongkrong untuk konsumen.
Barang yang dijual pun lebih beragam, tidak terbatas pada konsumsi saja.
Lantas, apakah harga saham MDRN masih berpeluang naik?
’’Ada. Kalau manajemen mempunyai rencana yang bisa membuat perusahaan mampu menghadapi pasar,” kata Reza.
Sesi perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG), Senin (5/6) tak menyenangkan bagi PT Modern Internasional Tbk.
- Breaking News: Investor Frustrasi, Rupiah Tembus Rp 16.620
- Pengurus Danantara Diresmikan, Pasar Merespons Begini
- Rosan Sebut IHSG Menunjukkan Tren Positif Setelah Pengumuman Struktur Danantara
- Anjloknya IHSG Masih Dalam Jangkauan Mitigasi
- IHSG Anjlok, Waka MPR: Kuatkan Basis Investor Instituional Domestik
- Borong Saham Adaro, Boy Thohir: Saya Percaya Fundamental Ekonomi Indonesia