Moeldoko Konsisten Jalankan 2 Hal Ini, Padahal Sudah Genting dan Kepepet

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Galang Kemajuan Centre (GK Centre) Diddy Budiono menilai Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko memiliki kebesaran jiwa.
Selain itu, disiplin yang tinggi untuk tidak melakukan korupsi kewenangan, dengan cara menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
Diddy, melihat konsistensi Moeldoko tersebut tetap dipegang erat bahkan dalam kondisi genting dan terpepet.
“Lihat saja, saat Moeldoko dikepung berbagai tudingan seiring berjalannya KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara, ia tidak pernah sekali pun memakai kewenangannya di kabinet untuk kepentingan membela diri, apalagi menyerang pihak lawan,” ujar Diddy, dalam keterangannya, Minggu (18/4).
Diddy lebih lanjut mengatakan, sangat transparan terlihat oleh publik, Moeldoko tidak pernah memberi arahan melenceng terharap perangkat yang ada di KSP untuk urusan di luar tugas lembaga tersebut.
“Coba lihat, mana ada tenaga ahli utama KSP ikut-ikutan terlibat dalam persoalan yang melibatkan Moeldoko secara pribadi. Para tenaga ahli utama KSP itu selalu lurus bicara program pemerintah, tak pernah ikut-ikutan dalam urusan pribadi atasan mereka, katakanlah misalnya KLB partai,” ucapnya.
Karena itu, GK Centre yang merupakan organ sukarelawan Joko Widodo, kata Diddy, bersyukur dan mengapresiasi sikap dan perilaku politik Moeldoko tersebut.
“Pak Moeldoko juga tanpa ragu selalu memosisikan diri sebagai benteng negara terhadap radikalisme, bahkan di saat pemahaman radikal tengah mengalami gelombang pasangnya dalam lima tahun terakhir,” katanya.
Moeldoko dinilai sangat konsisten menjalankan hal yang menjadi prinsip hidupnya, meski dalam kondisi genting dan terpepet.
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar