Mohon Maaf, Tidak Ada Tempat Bagi Muslim Rohingya di Malaysia

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Lebih dari 30 orang Rohingya, yang diyakini telah melarikan diri dari kamp pengungsi di Indonesia, ditangkap saat tiba di Malaysia dengan perahu bulan lalu, kata polisi Malaysia pada Minggu (7/2).
Orang-orang Rohingya, kebanyakan wanita, naik perahu dari Tanjung Balai di Indonesia dan mendarat di Selangor, di pantai barat Malaysia pada 6 Januari, kata polisi.
Dalam mencari perlindungan, Muslim Rohingya selama bertahun-tahun menaiki perahu untuk melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar dan kamp-kamp pengungsi di Bangladesh, beberapa mengambil pilihan berbahaya untuk bepergian dengan penyelundup manusia ke Asia Tenggara.
Malaysia tidak mengakui status pengungsi, tetapi negara mayoritas Muslim itu adalah tujuan favorit bagi Rohingya yang mencari kehidupan yang lebih baik.
Tujuh belas wanita Rohingya, tujuh pria dan tujuh anak, serta lima wanita Indonesia, berada di perahu, kata polisi tentang kedatangan tersebut, yang dilaporkan oleh AFP pada Jumat.
Direktur keamanan dalam negeri Kepolisian Malaysia, Abdul Rahim Jaafar, mengatakan 21 migran telah dituduh memasuki negara itu tanpa dokumen yang sah, dan dua lainnya didakwa berdasarkan undang-undang anti perdagangan manusia.
Lebih dari selusin di antara mereka telah diserahkan ke Departemen Imigrasi Malaysia, kata Abdul Rahim. Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan pada Jumat selama kunjungan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin bahwa kedua negara membahas masalah Rohingya. (ant/dil/jpnn)
Dalam mencari perlindungan, Muslim Rohingya selama bertahun-tahun menaiki perahu untuk melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar. Malaysia tujuan favorit mereka
Redaktur & Reporter : Adil
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini
- Korban Tewas Gempa Myanmar Mencapai 2.700 Orang, BNPB Beri Info soal WNI
- Prabowo Bakal Lepas Misi Kemanusiaan ke Myanmar 3 April
- Indonesia Berangkatkan Pasukan Misi Kemanusiaan Gempa ke Myanmar