Momentum Sumpah Pemuda, Gus Jazil: Melawan Kebodohan dan Kemiskinan Juga Perlu Persatuan

Karena itu, dia menilai Kongres Pemuda II masih relevan sebagai panduan bangsa dalam perjalanan ke masa depan. Terutama yang berkaitan dengan persatuan sebagaimana disrukan dalam ikrar Sumpah Pemuda.
"Persatuan inilah yang membuat kita merdeka dan menjadi negara besar," ujar politikus asal Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur ini.
Gus Jazil menambahkan bahwa persatuan bisa digalang karena masing-masing pihak tidak ingin menonjolkan diri atau merasa paling benar dan besar. Mereka lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, katanya, semangat persatuan harus terus dijaga dan dikedepankan.
Waketum DPP PKB ini juga mengajak masyarakat menjadikan semangat persatuan yang dimiliki bangsa ini digunakan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang rakyatnya makmur, adil dan sejahtera.
"Untuk melawan kebodohan dan kemiskinan juga memerlukan persatuan dan kepedulian semua rakyat Indonesia," pungkas Gus Jazil.(jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Sumpah Pemuda sebagai cikal-bakal adanya Indonesia akan tetap relevan sampai kapan pun.
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam
- 3 Juta Lulusan SMA/SMK Menganggur, Waka MPR: Berbagai Langkah Harus Segera Diambil
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak