Mondok di Pesantren: Santri Dibimbing Sesuai Bakat dan Minat

jpnn.com - JPNN.com SURABAYA - Jika ada murid yang tidak menguasai kompetensi yang ditargetkan, maka guru pendamping inilah yang mendapatkan teguran keras, bukan muridnya.
Maka para guru pendamping berlomba memotivasi para murid gemar belajar dan didampingi hingga mereka berkompeten.
Pada awal tahun ketiga, kegiatan ini lebih ditekankan, saat mereka harus menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN) dan seleksi masuk sekolah yang lebih tinggi.
Bagi mereka yang menginginkan masuk ke PT (perguruan tinggi) tertentu, semua berkas diurus oleh pesantren sejak pendaftaran hingga benar-benar mereka diterima.
Santri tidak diperbolehkan kembali ke rumah orang tua masing-masing. Meskipun santri sudah dinyatakan lulus sekolah, sebelum mereka dipastikan mendapat tempat untuk melanjutkan studi.
“Selama satu bulan full, santri diberi try out persiapan masuk PT. Mau kemana? Mau keluar negeri atau dalam negeri, akan kami dukung dengan materi-materi pembelajaran,” jelas dia.
Selanjutnya yakni strategi diferensiasi produk pesantren. Hal itu karena tidak semua siswa memiliki kompetensi dan minat yang sama.
“Agar mereka tertarik memilih sekolah sesuai dengan minat dan kemampuannya, maka diberikan pilihan produk yang beragam. Ini semacam strategi marketing,” jelas dia.
JPNN.com SURABAYA - Jika ada murid yang tidak menguasai kompetensi yang ditargetkan, maka guru pendamping inilah yang mendapatkan teguran keras,
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Algonova Bantu Asah Keterampilan Anak-anak Sejak Dini
- LLDIKTI IV Percepat Kenaikan Puluhan Jabatan Dosen Universitas Kristen Maranatha
- Gelar Acara M3, Ganesha Operation Berbagi Strategi Jitu Masuk PTN Terbaik
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Waka MPR Ibas Berharap Sekolah Rakyat Dibangun di Pacitan, Minta Bupati Siapkan Lahan