Monopoli Ekspor Australia ke Indonesia Terancam Berakhir

Ia juga merasa yakin jika sapi atau daging Australia selalu memiliki reputasi dengan kualitasnya yang baik.
"Saya tahu bahwa Indonesia adalah pasar yang sensitif terhadap harga. Tapi kuncinya adalah permintaan belum berhenti, permintaan belum berkurang," ujarnya kepada ABC.
"Bagi saya ini menggarisbawahi pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat fakta bahwa Indonesia memandang Australia sebagai pemasok yang konsisten dan dapat diandalkan untuk daging sapi yang segar."
Jika harga sapi Australia jauh lebih tinggi daripada yang ditawarkan Brasil, Mark mengatakan Australia akan tetap bisa bersaing.
"Pastinya akan bisa bersaing, alasan kami bisa bersaing adalah karena kualitas yang selalu bisa diandalkan, makanya mungkin selalu lebih mahal dari sapi Brasil," kata Mark.
"Jika ada persaingan, tentunya akan kami sambut karena belum tentu bisa menyaingi kualitas kami."
Mark juga mengatakan pesaing terbesar Australia bukan hanya pengekspor ternak lain seperti Brasil, tapi juga daging kerbau dari India, yang harganya lebih terjangkau bagi banyak warga di Indonesia.
Eksportir ternak mungkin akan terkejut mendengar monopoli ekspor sapi potong Australia ke Indonesia akan segera berakhir
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana