Motif Saracen Jadi Polemik, Ekonomi atau Politik?
Sabtu, 26 Agustus 2017 – 12:51 WIB

Produsen hoaks yang tergabung dalam sindikat Saracen (berpakaian seragam tahanan warna oranye) di Mabes Polri, Rabu (23/8). Foto: Ilham Wancoko/Jawa Pos
Namun, praktisi hukum Eggi Sudjana menepis motif ekonomi dalam kasus Saracen. Eggi yang merasa namanya dicatut untuk ditempatkan sebagai dewan penasihat Saracen meyakini ada motif politik di baliknya.
"Saya tidak percaya dengan sekedar motif ekonomi. Ini motif politik jelas. Ada proses devide et impera, ada proses pemecahbelahan bangsa kita. Karena ini sesungguhnya anti-Islam. Mereka ini gerakan-gerakan anti-Islam enggak suka dengan gerakan Islam," tegasnya.(fat/jpnn)
Motif grup Saracen dalam membuat hoaks dan ujaran kebencian sekaligus menyebarkannya di medsos bergulir menjadi polemik. Apakah motifnya karena ekonomi,
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- IRT di Inhu Mengaku Dibegal, Saat Diselidiki Polisi, Ternyata
- Mahasiswa Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Hoaks di Medsos
- Akademisi Sebut Hoaks Hambat Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
- Pelaku Ujaran Kebencian di Australia Bisa Dipenjara Dua Tahun
- Minta Pengusutan Hoaks Tendensius ke Kapolri, PP GPA: Jika Dibiarkan Memicu Konflik
- Hanya Demi Popularitas, Konten Kreator Asal Malaysia Buat Informasi Palsu