MPR Bekerja Sama dengan Universitas Bengkulu untuk Tingkatkan Literasi

Selain itu, memenuhi kebutuhan literasi, termasuk kepentingan penelitian dan penyusunan disertasi.
"Kami terbuka untuk bekerja sama dengan perpustakaan mana pun. Apalagi, di Perpustakaan MPR, menyimpan banyak buku yang tidak disebarluaskan secara umum dan tidak diperjualbelikan,'' ujar Yusniar.
Perpustakaan MPR juga menyimpan putusan sidang yang berlangsung selama ini.
Kerja sama perpustakaan MPR dengan pihak lain, kata Yusniar, bisa ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang beragam.
Misalnya, bedah buku, pertukaran buku, hingga kegiatan seminar dan kunjungan. Perpustakaan MPR juga berkenan menampung pemikiran dan usulan terkait konstitusi maupun ide-ide seputar kehidupan berbangsa dan bernegara lain.
"Kami akan senang dan terbuka jika Bapak dan Ibu berkenan mampir ke perpustakaan MPR, suatu saat nanti jika berkunjung ke Jakarta," kata Yusniar.
Dia mempersilakan para dosen dan mahasiswa Unib berkunjung dan melakukan penelitian di Perpustakaan MPR.
Jika belum ada kesempatan datang langsung, Yusniar mempersilakan civitas academica Unib mengakses buku-buku MPR melalui aplikasi digital MPR dengan terlebih dulu mendownload di Play Store. (mrk/jpnn)
MPR RI dan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu sepakat bekerja sama untuk saling memajukan literasi
Redaktur & Reporter : Tarmizi Hamdi
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional