MPR : Negara Harus Bebas dari Sandera Pelanggar HAM
Selasa, 31 Juli 2012 – 03:28 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan penuntasan pelanggaran berat hak asasi manusia (Ham) masa lalu harus dalam kerangka melepaskan bangsa dan negara ini dari sandera pelangg Ham. Menurutnya, kalau memang bukti pelanggaran cukup makan proses hukum harus ditempuh.
"Kalau bukti hukumnya tidak lagi mencukupi, maka penyelesaiannya harus mengutamakan kepentingan korban dengan cara kerelaan negara untuk memberikan ganti rugi atau kompensasi. Hanya dengan cara begitulah upaya-upaya melepaskan negara dari sandera pelanggaran berat Ham bisa dikurangi," kata Lukman Hakim Saifuddin, dalam Dialog Pilar Negara, "Pelanggaran Ham Masa Lalu dan Solusi Masa Kini" di gedung Nusantara IV, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (30/7).
Baca Juga:
Untuk itu, politisi PPP itu mengusulkan agar pemerintah segera membentuk gugus tugas guna menginventarisir semuan temuan Tim Pencari Fakta pelanggaran berat Ham yang sudah terjadi selama ini.
Semula kata Lukman, melalui Ketetapan MPR nomor V tahun 2000 yang dilanjuti dengan Undang-Undang nomor 27 tahun 2004, kita berupaya menyelesaikan semua dugaan pelanggaran berat Ham di negeri ini melalui Komisi Kebenaran dan rekonsiliasi (KRR).
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan penuntasan pelanggaran berat hak asasi manusia (Ham)
BERITA TERKAIT
- Menjelang Muktamar PBB, Bang Ferry Diunggulkan Jadi Ketua Umum
- Jokowi Ucapkan Selamat Ultah ke-52 PDIP, Darmizal: Sikap Terpuji, Patut Jadi Contoh
- Ikhtiar Taruna Merah Putih Memikat Anak Muda Melalui Logo Baru
- DPR Mendukung Pemerintah untuk Tingkatkan Produksi Garam Lokal
- Kembali Terpilih jadi Gubernur Sumsel, Herman Deru Siap Menyukseskan Program MBG
- Absen di Acara HUT ke-52 PDIP di Jakarta, Bambang Pacul Beri Penjelasan, Ternyata