Muay Thai Dideadline Sebulan
jpnn.com - JAKARTA- Program Indonesia Emas (Prima) bersikap tegas terhadap konflik yang terjadi di Muay Thai. Prima menegaskan, hanya member waktu sebulan kepada PB PBMI untuk menyelesaikan konflik tersebut.
“Kalau di induk organisasinya sendiri tidak kondusif, bagaimana bisa berprestasi. Karena itu, sebulan ini mereka harus bisa menyelesaikan konflik itu,” terang Kasatlak Prima Surya Dharma di Jakarta, Rabu (29/5).
Surya menambahkan, PB PBMI harus bisa membuktikan diri bahwa mereka layak diterjunkan di SEA Games 2013 mendatang. Penyelesaian konflik juga bakal memperbaiki muka PB PBMI sebagai cabor yang baru saja diterima KONI.
Kisruh di tubuh PB PBMI terjadi setelah pemecatan terhadap tiga pelatih. Mereka ialah Budi Jono, Jerry Luhukay dan Alfrits Maweru. Sialnya, pemecatan terhadap tiga nahkoda tersebut menimbulkan aksi solidaritas. Nisful Laila akhirnya juga mundur sebagai bentuk rasa kesetiakawanan terhadap tiga pelatih itu.
Sebagai gantinya, PB PBMI akhirnya menunjuk tiga pelatih baru. Di antaranya ialah David Koswara dan Nurahmi. Nah, untuk mengetahui kapasitas pelatih anyar tersebut, Surya ingin melihat langsung bagaimana kualitas para atlet dan pelatih tersebut.
“Kalau memang tidak menjanjikan medali, buat apa dipertahankan. Saya juga ingin tahu program latihan yang mereka lakukan. Saya ingin melihat langsung bagaimana jalannya latihan mereka,” tegas Surya. (jos/jpnn)
JAKARTA- Program Indonesia Emas (Prima) bersikap tegas terhadap konflik yang terjadi di Muay Thai. Prima menegaskan, hanya member waktu sebulan kepada
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Taklukkan AS Roma 1-0, Napoli Kembali ke Puncak Klasemen Serie A 2024/25
- Hasil Liga Spanyol: Menang 3-0 Atas Leganes, Madrid Naik Posisi 2 Klasemen
- Kevin Diks Menawan, FC Copenhagen Amankan 3 Poin
- Pertamina Eco RunFest 2024 Beri Dampak Positif, Mulai Lingkungan hingga Ekonomi
- Timnas Indonesia Dinilai Janggal Belum Mengumumkan Skuad Piala AFF 2024
- Warning dari Erick Thohir Setelah Timnas Indonesia Menghancurkan Arab Saudi