Mufidah Kalla Bangun Rumah Gadang di Surabaya
Minggu, 15 Februari 2009 – 18:19 WIB
Tokoh muda asal Kota Bukittinggi itu juga menjelaskan fungsi dari kedua Rangkiang tersebut. "Secara filosofi, Rangkiang Si Bayau-Bayau berfungsi sebagai tempat menyimpan kebutuhan sehari-hari seperti beras. Sementara Rangkiang Si Tinjau Lauik berfungsi sebagai tempan menyimpan kebutuhan jangka panjang yang hanya dapat dipakai untuk hal-hal prinsip," kata Firdaus HB, dihadapan ratusan perantau Minang di Surabaya dan beberapa tokoh Minang dari Jakarta antara lain Azwar Anas dan Karo Administrasi Pembangunan/Kerjasama Rantau Setda Sumbar Dede Nuzul Putra.
Baca Juga:
Firdaus HB yang juga Dirut PT Kumala Wandira itu juga mengajak segenap pelaku ekonomi nasional asal Sumbar untuk dapat menggunakan fasilitas Pusat Kebudayaan Minangkabau di Jatim sebaik mungkin. "Baik untuk kepentingan promosi maupun budaya. Saat ini, Rumah Gadang ini juga sudah dipakai oleh masyarakat Jatim untuk acara perkawinan."
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pembangunan Pusat Kebudayaan Minangkabau Jawa Timur DR Ir Sumarzen Marzuki, MMT menambahkan, keberadaan Rumah Gadang di Jawa Timur telah memberikan kontribusi terhadap khasanah budaya bangsa Jawa Timur.
Sementara itu, Azwar Anas dalam sambutannya meminta agar masyarakat Jawa Timur asal Minang segera mendirikan institusi pekonomian berlandaskan syariah.
SURABAYA - Ketua Umum Gerakan Ekonomi dan Budaya Minang (Gebu Minang), wilayah Jawa Timur Ir Firdaus Hasan Basri dan utusan keluarga Hj Mufidah Jusuf
BERITA TERKAIT
- Aher: Apa yang Sudah Diproduksi Pindad Selama Ini tak Kalah dengan Produk Negara Lain
- Diikuti 12.300 Pelari, Pertamina Eco RunFest 2024 Sukses Digelar
- WPC dan GPA Serukan kepada Pemerintah untuk Turut Mengakhiri Polusi Plastik
- Pemenang Kompetisi MTQ Internasional Raih Hadiah Uang Rp125 juta
- Potensi Besar Kentang Garut Binaan UPLAND untuk Dukung Swasembada Pangan
- IFAD Tinjau Program UPLAND di Garut Untuk Tingkatkan Produktivitas & Kesejahteraan Petani