Mukjizat Darah Tali Pusar Terus Berkembang
Tidak Hanya Leukemia, Cacat Otak pun Berhasil Disembuhkan
Rabu, 16 Desember 2009 – 07:01 WIB
Michael dan Louis Conn bersama kedua putri mereka, Georgia (kiri) dan adiknya Sybilla yang berusia 6 bulan di Singapura, awal Desember ini. Foto:Arsito Hidayatullah/JPNN.
Hingga akhirnya, pada tanggal 8 September 2009 lalu, Georgia pun menjalani proses transplantasi darah tali pusar miliknya sendiri di Singapura. "Tak perlu perjalanan internasional, maupun tim medis yang baru. Semua selesai dikerjakan dalam satu hari saja, dan hanya 10 menit perjalanan dari rumah," ungkap Louis pula sambil mengisyaratkan perasaan lega mereka saat itu.
Apa yang kemudian lebih membuat keluarga Conn lega - demikian juga Dr Goh beserta segenap tim medis dan pihak Cordlife - adalah kenyataan kemajuan kondisi tubuh Georgia setelah itu. Dari pengamatan Michael dan Louis sendiri, sejak operasi itu, sudah ada banyak perubahan menggembirakan dari Georgia. Mulai dari temparamennya, konsentrasi serta interaksi tubuhnya, perkembangan berbicara, hingga kekuatan otot-otot tubuh, berikut semangat hidupnya yang seolah terbaharui dalam melakukan aktivitas sehari-hari layaknya bayi lain.
"Perubahan-perubahan itu telah terjadi hanya dalam 2,5 bulan terakhir, jadi kami benar-benar senang sekaligus tak sabar melihat apa yang bisa dicapainya dalam setahun ke depan, serta di masa-masa berikutnya," tutur Louis Conn dengan mata berbinar, sembari melirik Georgia yang tengah bergerak-gerak aktif di pangkuan ayahnya yang duduk di kursi, siang itu.
Perkembangan kondisi Georgia, yang enam bulan terakhir juga sudah mempunyai adik yang sehat bernama Sybilla itu, memang menjadi perhatian banyak orang. Kemajuannya pun diakui oleh sejumlah terapis yang selama ini menanganinya. "Hal pertama yang saya perhatikan sepekan setelah infusi sel darah Georgia, adalah bahwa anak itu jadi jauh lebih tenang. Dan pekan-pekan selanjutnya, saya lihat ia jadi lebih gembira, serta cepat merespon dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya," ungkap Diane Paulin, paediatric physiotherapist bagi Georgia, memberikan kesaksiannya.
Sel darah tali pusar (cord blood) telah terbukti keampuhannya melawan penyakit-penyakit akut. Selain menyembuhkan leukemia, anemia aplastic/fanconi,
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara