Munas Golkar Diduga sudah Diatur Ical
jpnn.com - JAKARTA - Sikap tidak konsisten diperlihatkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional ke-IX.
Selama ini, Ical selalu menyatakan bahwa Munas akan digelar Januari 2015. Rekomendasi Munas ke-VIII tahun 2009 lalu dijadikan dalil memperkuat argumen. Tidak hanya itu, kepastian Munas pada Januari 2015 juga diperkuat Ical lewat rapat pleno DPP Golkar dua pekan lalu.
Dia dengan keras menolak upaya percepatan Munas yang seharusnya digelar 8 Oktober lalu sesuai AD/ART. Tak segan-segan Ical memecat sejumlah kader yang ngeyel ingin percepatan Munas.
Ketua DPP Golkar Melchias Marcus Makeng mengatakan, inkonsistensi sikap diperlihatkan Ical dalam Rapat Pimpinan Nasional VII yang digelar 17-19 November lalu. Keputusan yang diambil berubah, dan Ical seperti menjilat ludahnya sendiri.
Sikap awal yang mati-matian menolak Munas dipercepat berbalik menginginkan agar dipercepat yaitu 30 November sampai 4 Desember.
Mekeng menyebut ada manipulasi demokrasi di internal Golkar. Seolah-olah ada demokrasi, tetapi sesungguhnya demokrasi yang dipaksa, dimanipulasi dan diskenario sedemikian rupa.
"Sungguh keterlaluan apa yang terjadi saat ini. Demokrasi dipaksakan untuk kepentingan sejumlah kelompok," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/11).
Mekeng mengaku heran lantaran secara tiba-tiba pengurus Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I menyampaikan percepatan Munas secara serempak. Padahal, sebelumnya, mereka pula yang mati-matian menolak Munas dipercepat.
JAKARTA - Sikap tidak konsisten diperlihatkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional ke-IX. Selama
- Akademisi Kritik Pola Komunikasi Pemerintah Soal Pagar Laut, Muncul Kesan Tidak Tegas
- Waka MPR Dorong Tata Kelola Pemerintahan Daerah yang Influsif Harus Segera Diwujudkan
- Puluhan Warga Keracunan Makanan di Ponorogo, 1 Orang Meninggal, Polisi Turun Tangan
- Gaungkan Kebijakan Efisiensi Anggaran, Istana Tetap Gelar Retret Kepala Daerah, Ini Alasannya
- Versi Mensesneg, Retret Kepala Daerah Tidak Pakai Dana Pribadi Prabowo
- Sesosok Mayat Ditemukan Terapung di Perairan Cilegon, Identitas Belum Diketahui