Mundur dari Band, Ifan Seventeen: Ada Pihak yang Merasa Dirugikan

jpnn.com, JAKARTA - Vokalis Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen mengatakan bahwa ada pihak yang tidak senang dirinya memakai nama Seventeen setelah grup musik itu tertimpa bencana tsunami 2 tahun lalu.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan dirinya kini memutuskan untuk mundur sebagai vokalis Seventeen.
"Alhamdulillah setelah melewati beberapa salat istikarah dan juga dikarenakan ada pihak yang merasa dirugikan dengan dipakainya nama Seventeen, aku dengan ini menyatakan untuk melepas nama Seventeen sebagai sebuah band," ungkap Ifan melalui akun miliknya yang telah terverifikasi di Instagram, Rabu (18/11).
Pelantun Selalu Mengalah itu mempersilakan pihak yang tidak disebutkan namanya tersebut untuk menggunakan nama Seventeen ke depannya.
Akan tetapi, Ifan Seventeen mengingatkan agar pihak itu tidak menjadikan musibah tsunami yang menimpa personel Seventeen sebagai drama untuk memperoleh keuntungan.
"Untuk yang merasa dirugikan, monggo silakan dipakai nama Seventeen. Tapi tolong jangan pernah lagi mengambil keuntungan dari musibah yang kami alami, aku maupun saudara-saudaraku yang lain telah sepakat untuk tidak pernah mengatasnamakan drama di atas karya, jadi tolong hargai itu," imbuh Ifan Seventeen.
Seperti diketahui, personel band Seventeen turut menjadi korban tsunami Tanjung Lesung, Banten pada Desember 2018 lalu.
Kejadian tersebut membuat para personel Seventeen yakni Bani, Herman, dan Andi meninggal dunia.
Vokalis Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen mengatakan bahwa ada pihak yang tidak senang dirinya memakai nama Seventeen
- Ifan Seventeen Ungkap Alasan Terima Jabatan Dirut PFN, Ternyata
- Ifan Seventeen Tak Terima Disebut Menjilat, Ini Katanya soal Jabatan Dirut PFN
- Dituding Makan Uang Rakyat, Ifan Seventeen Beberkan Fakta Kondisi PFN, Oh Ternyata
- Pernyataan Ifan Seventeen Setelah Dikritik Gara-gara Jadi Dirut PFN
- Terima Kritik, Ifan Seventeen Siap Lepas Jabatan Dirut PFN, Asalkan
- Dituduh Menjilat untuk Jadi Dirut PFN, Ifan Seventeen Bilang Begini, Tegas!