Museum Nasional Sudah Lima Kali Bobol
jpnn.com - JAKARTA - Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) prihatin atas aksi pencurian koleksi emas di Museum Gajah. Pasalnya kejadian ini sudah kelima kalinya terjadi di Museum Nasional.
"Kasus pencurian di Museum Nasional sudah pernah terjadi sejak 1960," kata Koordinatoor MADYA Jhohannes Marbun. Kala itu koleksi emas dan permata dicuri oleh kelompok pimpinan Kusni Kasdut yang akhirnya tertangkap dan dihukum mati. Saat menjalankan aksinya, Kusni Kasdut menggunakan mobil jenis jeep dan mengenakan pakaian seragam polisi. Komplotan itu berhasil melumpuhkan penjaga dan membawa kabur barang berharga museum.
Kedua, museum terbesar di tanah air itu dibobol tahun 1979. Yang hilang koleksi uang logam. Sedangkan ketiga, pencurian koleksi keramik senilai Rp 1,5 miliar dan belum ketemu sampai saat ini. Keempat, pencurian koleksi lukisan karya Basoeki Abdullah, Raden Saleh, dan Affandi pada tahun 1996. Akhirnya lukisan ini dikembalikan kepada negara setelah diketahui saat berada di Balai Lelang Christy, Singapura.
"Nah pencurian pada tanggal 11 September 2013 adalah yang ketiga kalinya," kata dia. Barang-barang yang hilang antara lain 4 koleksi emas berupa Lempeng Naga Mendekam Berinskipsi, Lempeng Bulan Sabit Beraksara, Wadah Bertutup (Cepuk), dan Lempeng Harihara," tuturnya.
Dia menyebut kasus ini sebagai tragedi nasional bagi bangsa Indonesia. Karena warisan masa lalu bernilai sejarah tinggi yang tersimpan di museum tersebut telah menjadi bulan-bulanan perampok.
Minimnya sistem keamanan museum dan pengamanan koleksi hingga kelalaian penjagaan koleksi serta kelalaian pengelola museum dalam mengawasi kinerja para pekerja di Museum Nasional, mencerminkan buruknya sistem kebijakan dan manajemen permuseuman yang dilakukan oleh Pimpinan Museum Nasional.
Karena itu, Jhohannes menuntut pengungkapan secara tuntas dan transparan aktor dibalik pencurian koleksi emas Museum Nasional se-segera mungkin.. "Pemerintah juga harus membangun kerjasama dengan stakeholder di dalam dan luar negeri untuk membantu pelacakan koleksi museum yang hilang," tegasnya. (fat/jpnn)
JAKARTA - Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) prihatin atas aksi pencurian koleksi emas di Museum Gajah. Pasalnya kejadian ini sudah kelima
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Perdana di Indonesia, Teknologi Frax Pro Mampu Atasi Acne Scar hingga Stretch Mark
- Kebakaran Melanda Pangkalan Truk di Cakung Jaktim
- Bupati Pakai Kata Parah & Fatal, Guru Honorer Supriyani Boleh di Rumah Dinas
- Gelar Forum Keuangan Haji Internasional, BPKH Luncurkan Program Beasiswa Haji Indonesia
- Kabar Baik untuk Honorer Calon PPPK 2024 Merebak di Mana-mana, Full Senyum
- Kabar Baik Lagi bagi Honorer Pelamar PPPK 2024, Alhamdulillah