Musim Kemarau Panjang, Warga Gelar Ritual Saling Cambuk
Senin, 18 November 2019 – 06:59 WIB

Warga gelar salat khusus dan ritual saling cambuk meminta hujan setelah kemarau panjang. Foto : Pojokpitu
"Biasanya setelah salat istisqa dan ritual Tiban dilaksanakan tidak lama kemudian hujan turun," sambung Lukman.
Untuk diketahui, saat ini ada kurang lebih 400 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di Dusun Gedangan, Kediri.
Sumber mata air yang selama ini memenuhi kebutuhan warga mulai mengering akibat kemarau panjang.
Bahkan, banyak tanaman pertanian yang mati dan petani gagal panen. (yos/pojokpitu/jpnn)
Ritual saling cambuk di lereng Gunung Wilis ini digelar setiap tahun saat terjadi musim kemarau panjang.
Redaktur & Reporter : Natalia
BERITA TERKAIT
- Damkar Madiun Tangani 77 Aduan Gangguan Tawon Vespa dalam 3 Bulan Terakhir
- PNM Peduli Kirim Bantuan Air Minum untuk Atasi Kekeringan di Gili Ketapang
- Sejumlah Desa di Banyumas Masih Terdampak Kekeringan
- Jika Terpilih, Simon Kamlasi Jamin NTT Bebas Kekeringan
- BNPB Inisiasi Operasi Modifikasi Cuaca di NTB Antisipasi Kekeringan & Karhutla
- 52 Desa/Kelurahan di Trenggalek Terdampak Kekeringan