Muslim Bidin: Sekolah Tetap Bisa Terapkan Full Day School

Dia menyebutkan, tidak semua sekolah memiliki sarana prasarana yang sama. Bahkan, masih ada sekolah yang menumpang di sekolah lain, sehingga menjadi kendala penerapan FDS. "Jadi banyak kendala. Beda daerah beda pula masalahnya," tutur Djoko.
Saat ini, lanjut dia, masih banyak siswa sepulang sekolah, sore harinya belajar agama. Ini pula diakui Djoko, dikhawatirkan orangtua siswa kalau program ini diterapkan, anaknya tidak punya waktu lagi untuk belajar agama di sore hari. "Dan menurut saya memang level presiden yang harus ambil alih kebijakan ini. Apalagi dampaknya pada seluruh murid dan orangtua seluruh Indonesia," tuturnya.
Anggota Komisi IV lainnya, Riky Indrakari mengaku sekolah lima hari efektif dilaksanakan jika tidak ada lagi sekolah yang menerapkan double shift. Kebijakan ini dinilai tepat guna meningkatkan efeksitifitas dan efisien pembelajaran.
"Belajar lima hari ini bukan untuk mengurangi jam belajar siswa, tapi menambah jam belajar dengan mengikuti kegiatan penanaman pendidikan karakter," tuturnya.
Lingkungan sekolah harus memiliki suasana yang menyenangkan. Belajar formal setengah hari, selanjutnya dapat diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler. "Jadi waktu diisi dengan belajar dan siswa dapat terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan tawuran," tambahnya. (rng)
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat terkait penundaan pendidikan berkarakter oleh
Redaktur & Reporter : Budi
- Wacana 6 Hari Sekolah di Semarang, Dukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Hebat
- Gemerlap Danantara
- Kementrans Siapkan Barelang Jadi Pilot Project Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
- DPR Bentuk Panja Usut Mafia Lahan di Batam, Pengamat: Panggil Menteri ATR/BPN
- Hasil Seleksi Administrasi PPPK Tahap II Batam, 322 Pelamar tak Lulus
- Ingin Jadikan Batam Pusat Investasi, Komisi VI DPR Bentuk Panja