Muslim dan Non-Muslim di Australia Rayakan Awal Ramadan dengan Semangat Keterbukaan
Selasa, 13 April 2021 – 23:51 WIB

Ty Randle, Dr. Diaswati (Asti) Mardiasmo dan putrinya Ariella merayakan Ramadan bersama-sama. (Supplied)
Ibunya, Andrietta Swann, seorang pemeluk agama Kristen.
Sementara ayah tirinya, Anze Malalan, seorang Muslim sejak tahun 2006.
Meski pernah merayakan Ramadan dan Idul Fitri sebelumnya, Adalyah baru masuk Islam pada bulan Januari lalu.
Ramadan tahun ini terasa istimewa baginya.
"Saya sangat senang menjalani Ramadan secara penuh, terutama sebagai seorang Muslim sekarang," kata Adalyah.
"Saya akan merayakan bulan ini dengan baik dan dengan niat dan tujuan yang lebih besar," ujarnya.
"Insya Allah ini akan menjadi bulan penyembuhan dan menemukan kedamaian seraya bersyukur atas berkah yang telah kita terima," tambahnya.
Bagi sejumlah Muslim di Australia, Ramadan adalah perayaan yang tidak hanya dirayakan dengan sesama mereka saja
BERITA TERKAIT
- Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Puncak Arus Balik, Manfaatkan Diskon Tol
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan